Cara Membuat Webserver Python di Azure Functions
Kami membagikan cara membuat webserver Python sederhana menggunakan Azure Functions 2.0 dan file HTML dari repositori GitHub.
Tangkapan layar demo Azure Functions 2.0 menggunakan Python dan GitHub webserver.
Menyiapkan Proyek Azure Functions Lokal
Kami mengawali langkah ini dengan membuat lingkungan virtual Python yang terisolasi. Jendela PowerShell kami gunakan untuk menjalankan perintah pembuatan virtual environment dengan mudah.
Setelah itu, kami menginisialisasi proyek baru menggunakan perintah func init dan memilih opsi HTTP Trigger. Proses ini otomatis menciptakan struktur folder dasar untuk fungsi Python kita.
Kami menguji fungsi bawaan tersebut secara lokal melalui URL yang tertera di terminal. Langkah ini memastikan bahwa lingkungan kerja lokal kita sudah berjalan dengan lancar.
Mengubah Fungsi Menjadi Webserver Sederhana
Kami mengubah kode di dalam file inisialisasi agar bisa menarik file dari repositori GitHub. Pustaka requests kami tambahkan ke dalam file requirements.txt agar pustaka tersebut ikut terunduh saat deployment.
Kami juga menyiapkan beberapa file HTML statis di dalam repositori GitHub sebagai sumber konten Webserver. File-file tersebut diatur sedemikian rupa agar parameter URL dapat berfungsi dengan baik.
Kami mengubah parameter bawaan "name" menjadi "path" untuk membaca jalur file HTML secara dinamis. Basis URL repositori GitHub kami masukkan sebagai variabel BASE_PATH di dalam kode.
Pengujian lokal kami lakukan menggunakan perintah "func host start" untuk memastikan semuanya berfungsi sempurna. Setelah siap, kami melanjutkan proses ke tahap publikasi ke Cloud Azure.
Menerbitkan Aplikasi ke Azure Linux
Kami membuat aplikasi Serverless Linux di Azure menggunakan ekstensi Azure CLI terbaru. Perintah khusus kami jalankan untuk mendaftarkan aplikasi baru dengan runtime Python.
Kami kemudian mempublikasikan kode tersebut menggunakan perintah func Azure functionapp publish. Proses ini membuat Webserver kita bisa diakses secara online melalui internet.
Kami memanfaatkan fitur monitoring bawaan di portal Azure untuk memantau kinerja aplikasi. Fitur ini sangat membantu kami dalam mendeteksi potensi error pada kode Python.