Mengenang Hans Rosling, Sang Pelopor Statistik Dunia
Kami mengenang dua tahun kepergian Hans Rosling, sang pionir statistik yang mengubah cara pandang kita terhadap data dunia lewat Factfulness.
Mengenang dua tahun kepergian Hans Rosling pelopor statistik publik dunia
Sosok Inspiratif yang Pergi Terlalu Cepat
Kami merasa dunia kehilangan aset berharga ketika Hans Rosling mengembuskan napas terakhirnya. Tokoh inspiratif ini lahir pada 27 Juli 1948 dan meninggal dunia pada 7 Februari 2017 silam. Beliau pergi meninggalkan warisan pemikiran yang sangat luar biasa bagi perkembangan Statistik dunia.
Hans Rosling merupakan seorang pionir dan inspirasi besar bagi dunia Statistik publik modern. Beliau selalu memperjuangkan agar data memiliki visibilitas, pemahaman, dan resonansi yang lebih kuat di masyarakat. Kepergiannya yang terlalu cepat tentu menyisakan kerinduan mendalam bagi para pencinta data ilmiah.
Perjuangan Keterbukaan Data untuk Semua Orang
Kami melihat pertemuan dengan Hans Rosling selalu menjadi momen yang menuntut sekaligus memperkaya wawasan. Beliau memiliki tuntutan yang sangat mendesak agar data Statistik dapat diakses secara terbuka oleh semua orang. Bagi beliau, keterbukaan data merupakan syarat mutlak untuk sebuah pekerjaan yang mencerahkan.
Melalui presentasi yang inovatif, tepat, menghibur, dan personal, beliau berhasil menyampaikan pesan data dengan sangat memikat. Armin Grossenbacher mengenang sosoknya sebagai seorang realistis yang tetap optimis, atau lebih tepatnya seorang possibilist. Beliau sukses mengajarkan kita semua cara melihat dunia secara jernih melalui angka-angka Statistik.
Warisan Berharga Lewat Gapminder dan Factfulness
Kami sangat bersyukur karena perjuangan beliau tidak berhenti begitu saja setelah kepergiannya. Yayasan Gapminder yang beliau dirikan kini terus hidup dan berkembang melahirkan berbagai inovasi baru. Anna Rosling Rönnlund dan Ola Rosling melanjutkan komitmen besar ini dengan penuh semangat.
Mereka bertiga bahkan telah menerbitkan sebuah buku luar biasa yang berjudul Factfulness sebelum beliau wafat. Buku ini mengulas sepuluh alasan mengapa kita salah menilai dunia dan mengapa segalanya lebih baik dari dugaan kita. Melalui buku ini, mereka menularkan kebiasaan sehat untuk hanya memiliki opini yang didukung oleh fakta kuat.